Berita Sekolah

FOMO vs JOMO: Haruskah Kita Selalu Ikut?

FOMO vs JOMO: Haruskah Kita Selalu Ikut?

Pernah nggak sih kalian melihat teman-teman sedang nongkrong, pergi ke suatu tempat, atau mengikuti tren yang lagi ramai di media sosial, lalu tiba-tiba berpikir, “Kok aku nggak ikut, ya?”

 

Padahal sebelumnya kita biasa saja dan sebenarnya nggak terlalu ingin ikut. Perasaan seperti ini disebut FOMO atau Fear of Missing Out, yaitu rasa takut ketinggalan dari sesuatu yang sedang dilakukan orang lain.

 

FOMO sering terjadi karena media sosial. Kita melihat orang lain melakukan banyak hal, lalu tanpa sadar membandingkannya dengan kehidupan kita sendiri. Akhirnya muncul perasaan bahwa kita juga harus ikut supaya nggak merasa tertinggal.

 

Contohnya, teman-teman membeli barang yang sedang tren. Walaupun kita nggak terlalu membutuhkannya, kita jadi ingin membeli juga karena takut dianggap ketinggalan.

 

Nah, kebalikan dari FOMO adalah JOMO atau Joy of Missing Out. JOMO adalah ketika kita merasa nyaman meskipun tidak mengikuti apa yang sedang dilakukan orang lain.

 

Misalnya, teman-teman sedang pergi jalan-jalan, tetapi kita memilih di rumah untuk belajar, bermain, menonton film, atau sekadar beristirahat. Kita tetap merasa senang tanpa harus merasa takut karena tidak ikut.

 

JOMO bukan berarti kita harus menjauhi teman atau menjadi anti-sosial. JOMO lebih kepada belajar menentukan pilihan berdasarkan apa yang memang kita butuhkan dan inginkan.

 

FOMO membuat kita berpikir, “Aku harus ikut karena semua orang ikut.”

Sedangkan JOMO membuat kita berpikir, “Gak semuanya harus ku ikuti.”

 

Jadi, bagaimana cara menghadapinya?

 

Sebelum mengikuti sesuatu, kita bisa bertanya kepada diri sendiri:

 

“Aku melakukan ini karena memang ingin, atau karena takut ketinggalan?”

 

Kita juga perlu ingat bahwa apa yang terlihat di media sosial hanyalah sebagian kecil dari kehidupan seseorang. Kita nggak perlu membandingkan kehidupan kita dengan apa yang kita lihat di layar.

 

Pada akhirnya, kita boleh ikut tren, berkumpul dengan teman, dan mencoba hal-hal baru. Tapi kita juga boleh mengatakan “nggak dulu” ketika memang tidak ingin.

 

Karena hidup bukan tentang mengikuti semua hal yang dilakukan orang lain.

 

Ikut karena ingin, bukan karena takut tertinggal.

 

SMA MULANKUH

CERDAS DAN BERPRESTASI

 

Penulis : Nur Fadhilah Safitri Ritonga & Keisha Ummaimah

Desain : Rasyid Effendy & Habil Habib Alhadid Umady

PM :keyza amelia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.